Rabu, 24 Februari 2010

BATUBARA

Photobucket
Batubara dapat diartikan sebagai batuan yang mudah terbakar. Lebih dari 50 % - 70 % berat volumenya merupakan bahan organikyang merupakan material karbonan yang termasuk inherent moisture. Bahan Organik utamanya adalah tumbuhan, yang dapat berupa kulit pohon, daun, akar, struktur kayu, spora,polen, damar dll. Selanjutnya bahan organik tersebut mengalami berbagai tingkat pembusukan (dekomposisi) sehingga mengakibatkan perubahan sifat-sifat fisik maupun kimia,baik sebelum atau sesudah tertutup endapan lainnya.Batubara terbentuk melalui dua (2) tahap, yaitu tahap biokimia (penggambutan/peatification) dan yang satu lagi adalah tahap geokimia (pembatubaraan/coalification). Tahap penggambutan adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi didaerah rawa dengan sistem pengeringan yang buruk dan selalu tergenang oleh air pada kedalaman 0,5 - 10 meter. material tumbuhan yang busuk ini melepaskan H, N, O dan C dalam bentuk senyawa CO2, H20, dan NH3 untuk selanjutnya menjadi humus.selanjutnya oleh bakteri dan fungi diubah menjadi gambut (Statch, 1982). Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya,temperatur (suhu), tekanan, dan waktu terhadap komponen dari gambut. pada tahap ini prosentase karbon akan meningkat sedangkan prosentase hidrogen dan oksigen akan berkurangprooses ini akan menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya, mulai dari lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit hingga meta antrasit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar