Rabu, 24 Februari 2010

BAHAYA MERKURI

Photobucket

Logam merkuri atau air raksa, memiliki nama kimia Hy-dragyrum yang berarti perak caik. Logam merkuri dilambangkan dengan HG.Secara umum logam merkuri memiliki sifat - sifat sebagai berikut:1. berwujud cair pada suhu kamar (25o celcius) dengan titik beku paling rendah sekitar -39 celcius.2. Merupakan logam yang paling mudah menguap diantara logam lainnya.3. Tahanan listriknya sangat rendah, sehingga sangat baik mengahantarkan arus listrik.4. Dapat melarutkan bermacam2 logam lainya.5. Merupakan logam yang sangat beracun bagi semua mahluk hidup. Secara alamiah, pencemaran oleh merkuri dan logam - logam lain kelingkungan umumnya berasal dari kegiatan gunung2 api, rembesan air tanah yang melewati daerah deposit merkuri dan logam lainnya.Walaupun di alaam terdapat sumber merkuri yang besar, dan masuk ke dalam suatu tatanan lingkungan secara alamiah, tidaklah menimbulkan efek2 yang merugikan bagi lingkungan itu,karena dapat ditolerir oleh alam itu sendiri.

Merkuri menjadi sangat berbahaya semenjak manusia mengenal yang namanya INDUSTRI, kemudian menggali SDA dan memanfaat SDA semaksimal mungkin untuk kebutuhan manusia.Kenyataan ini menunjukan berarti manusialah yang telah menciptakan suatu bentuk lingkungan yang tidak seimbang, sebagai efek dari perkembangan teknologi dan industri. Pada dunia pertambangan, merkuri digunakan untuk memisahkan logam emas dengan mineram pengotor lainya.Batubara juga melepaskan merkuri ke udara pada saat dibakar. Sejumlah penelitian menunjukan bahwa batubara rata-rata mengandung1 ppm merkuri. Jumlah ini kelihatannya kecil sekali, tetapi jika dilihat dari total penggunaan bahan bakar batubara dunia sangatlah besar.Pada tahun 1970 saja, penggunaan batubara sebagai bahan bakar mencapai 5.000.000.000 ton. Keadaan ini secara gamblang menunjukan bahwasekitar 5000 ton merkuri telah dilepas kelingkungan. Bagaimana jumlah merkuri pada saat ini??? Keracunan yang disebabkan oleh merkuri ini, biasanya berawal dari kebiasaan mengkonsumsi makanan dari laut ( sea food ) yang telah terkontaminasi oleh merkuri.Peristiwa kontaminasi merkuri terhadap biota laut disebabkan oleh masuknya buangan (limbah) dari suatu industri yang mengandung logam merkuri.Selanjutnya dengan adanya proses Biomagnifikasi dilaut, konsentrasi merkuri yang masuk akan terus ditingkatkan disamping penambahan yang terus menrus oleh limbah industri.Merkuri tersebut kemudian berasosiasi dengan rantai makanan, sehingga masuk kedalam tubuh biota laut yang kemudian biota laut tersebut dikonsumsi oleh manusia.Selain itu, merkuri juga masuk bersama dengan bahan makanan pokok seperti gandum dan beras, yang telah diberi senyawa merkuri pada saat pembibitan dan penyemaian.

Keracunan Merkuri dapat berakibat fatal bagi kesehatan dan keselamatan manusia, di seluruh dunia telah banyak terjadi kasus keracunan oleh logam merkuri. Pada tahun 1960an terjadi kasus keracunan logam merkuri di beberapa belahan dunia, diantaranya:
1. Pada tahun 1953-1960 di Minamata (Jepang) sebanyak 111 orang meninggal.
2. Pada tahun 1961 di Irak 35 orang meninggal 321 orang cidera.
3. pada tahun 1963 di Pakistan Barat 4 orang meninggal 34 orang cidera.
4. Pada tahun 1966 di Guatemala 20 orang meninggal 45 orang cidera.
5. Pada tahun 1968 di Nigata (jepang) 5 orang meninggal 25 orang cidera.

Keracunan akut yang ditimbulkan oleh logam merkuri dapat diketahui dengan mengamati gejala-gejala berupa:
1. Peradangan pada tekak (pharyngitis)
2. dyspaghia3. rasa sakit pada perut
3. Mual-mual dan muntah
4. Murus disertai dengan darah dan shok.

Bila gejala awal ini tidak segera diatasi maka penderita akan mengalami pembengkakan pada kelenjar ludah, radang pada ginjal (nephritis) dan radang pada hati (hepatitis). Keracunan kronis adalah keracunan yang terjadi secara perlahan dan berlangsung dalam waktu yang lama. Keracunan kronis yang disebabkan oleh merkuri, ada dua sistem tubuh yang paling sering mengalami gangguan, yaitu gangguan pada sistem pencernaan dan sistem syaraf.Radang gusi (gingivitis) merupakan gangguan paling umum yang sering terjadi pada sistem pencernaan. Radang gusi akan merusak sistem pertahanan gigi sehingga gigi akan mudah lepas.Ada dua bentuk gejala uumum pada gangguan syaraf, yaitu tremor (gemetar) ringan dan parkinsonisme yang juga disertai dengan tremor pada fungsi otot sadar. Tanda-tanda seorang pennderita keracunan kronis merkuri dapat dilihat pada organ mata.

Biasanya pada lensa mata penderitaterdapat warna abu2 gelap atau abu2 kemerahan yang semua itu dapat dilihat menggunakan mikroskop mata. selain itu, gejala keracunan kronis lainnya adalah terjadinya anemia ringan pada darah. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita semua untuk menjaga kesehatan lingkungan, kesehatan diri sendiri, dan kesehatan orang kita cintai agar dapat terhindar dari hal yang telah diuraikan diatas.Selain itu tetap sayangi bumi kita tercinta, jangan membuat suatu sistem yang dapat merugikan kita sendiri pada akhirnya.

AWAN PANAS

Photobucket

Istilah Awan Panas dipakai untuk menyebut aliran suspensi dari batu, kerikil, abu, pasir dalam suatu masa gas vulkanik panas yang keluar dari gunungapi dan mengikuti lerengnya. Kecepatan aliran dapat mencapai 100 km/jam dengan jarak jangkau yang dapat menjapai puluhan kilometer. Dari kejauhan aliran itu seperti awan bergulung menuruni gunungapi. Secara internasional awan panas diperkenalkan pertama kali dengan istilah nuee ardente oleh La Croix pada tahun 1904 untuk melukiskan kejadian awan panas yang terjadi di Mt Pelee. Istilah nuee (awan) dan ardente (bara) melukiskan ada awan yang membara saat gunung itu meletus. Istilah awanpanas dalam bahasa inggris disebut glowing cloud. Sebagaimana nuee ardente, istilah glowing cloud memberi diskripsi kenampakan proses awanpanas. Seacara geologis saat ini dikenal sebagai pyroclastic flow. Awanpanas letusan terjadi karena hancuran magma oleh letusan. Partikel-partikel akan terlempar secara vertikal maupun horizontal. Kekuatan penghancuran magma saat letusan ditentukan oleh kandungan gas volkanik dalam magma.

BATUBARA

Photobucket
Batubara dapat diartikan sebagai batuan yang mudah terbakar. Lebih dari 50 % - 70 % berat volumenya merupakan bahan organikyang merupakan material karbonan yang termasuk inherent moisture. Bahan Organik utamanya adalah tumbuhan, yang dapat berupa kulit pohon, daun, akar, struktur kayu, spora,polen, damar dll. Selanjutnya bahan organik tersebut mengalami berbagai tingkat pembusukan (dekomposisi) sehingga mengakibatkan perubahan sifat-sifat fisik maupun kimia,baik sebelum atau sesudah tertutup endapan lainnya.Batubara terbentuk melalui dua (2) tahap, yaitu tahap biokimia (penggambutan/peatification) dan yang satu lagi adalah tahap geokimia (pembatubaraan/coalification). Tahap penggambutan adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi didaerah rawa dengan sistem pengeringan yang buruk dan selalu tergenang oleh air pada kedalaman 0,5 - 10 meter. material tumbuhan yang busuk ini melepaskan H, N, O dan C dalam bentuk senyawa CO2, H20, dan NH3 untuk selanjutnya menjadi humus.selanjutnya oleh bakteri dan fungi diubah menjadi gambut (Statch, 1982). Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya,temperatur (suhu), tekanan, dan waktu terhadap komponen dari gambut. pada tahap ini prosentase karbon akan meningkat sedangkan prosentase hidrogen dan oksigen akan berkurangprooses ini akan menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya, mulai dari lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit hingga meta antrasit.